Minggu, 23 Desember 2012

penantian

Dia menanti,di setiap langkah kakinya penuh dengan harapan.Harapan jikalau lelaki itu kembali.Ke sana dan ke sini,berlari entah kemana,mencari apa yang dinanti,menunggu apa yang tidak pasti.YA menunggu itu hal yang paling dinanti.Tetapi dia pun tidak tahu siapa yang ia tunggu.Lelaki itu?BUKAN lelaki itu yang ia tunggu.Yang ia tunggu sebenarnya hanya menanti harapan itu pergi.Harapan yang kian hari makin dan semakin abu-abu.Harapan itu telah pergi fikirnya,ia kembali bangkit,berjalan dengan harapan baru.Dia menemukan harapan baru itu.Tapi harapan lama kembali di benaknya dan harapan baru itu dengan mudahnya pergi,entah kenapa ia pun juga tidak tahu dan tidak ada yang tahu,yang tahu hanya hati dan pikiran dia sendiri.Apa yang membuat harapan lama itu kembali lagi hanya karna perasaan yang belum bisa melupakan dan meninggalkan,perasaan yang masih sama seperti dulu,perasaan yang bertubi-tubi dia hancurkan dan ia bunuh dengan pikirannya sendiri,perasaan yang makin hari malahan makin melekat di hati.Perasaan sayang dan cinta,ya mungkin memang itu.Ia mencoba mengelak beratus ratus kali tapi memang itu benar adanya.Cinta yang sejati pergi entah kemana,yang tertinggal hanyalah perasaan yang abadi.Semakin ia ingin melupakan,semakin perasaan itu datang menghampiri.Sekarang yang hanya bisa ia lakukan hanyalah membiarkan harapan itu larut dalam sejuta perasaan yang lain,membiarkan begitu saja,membiarkan harapan itu pergi sendiri kemanapun harapan itu ingin pergi,biarkan harapan itu terbang ke tempat seharusnya ia berada."Dia" hanyalah objek kenyataan hidup,dan lelaki itu hanyalah cinta yang pergi,biarkan harapan pergi bersama cinta,dan hanya perasaan sajalah yang boleh tertinggal tanpa berharap cinta itu kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar