Minggu, 02 Maret 2014

Rasa

Aku ingin untuk pergi
Namun berat rasanya
Untuk tinggal aku tak mampu
Untuk pergi aku pun tak sanggup
Yang aku ingin sekarang hanya sendiri bersama dengan angin
Bersama angin kucurahkan semua
Semua rasa semua yang terpendam dan terkunci di dalam hati
Aku tidak pernah tahu bagaimana cuaca esok
Aku pun juga tidak pernah tahu kapan aku bisa pergi
Karna pergi terlalu sulit ku lakukan
Aku lebih baik bersamamu walaupun hanya sebatas bayang
Dan karna mu aku tidak akan pernah tahu arti pergi
Yang ku tahu darimu hanya bagaimana cara bahagia di dalam bahagiamu bersama dia

Senin, 30 Desember 2013

Suara Dari Dia

Kamu hanya tahu nama. Kamu hanya tahu dia dari orang-orang. Kamu hanya mengetahui dia tidak lebih dari sekedar sampah. Kamu tidak tahu ceritanya. Kamu tidak mengetahui perjalanannya hingga sampai disini. Kamu hanya mampu membenci dia tanpa kamu mengenalnya terlebih dahulu dan tanpa kamu bertanya kepadanya. Kamu tidak kenal tapi kamu seperti kenal dia sudah lama,dengan mudahnya kamu membencinya. Perjalanan dia hingga ke tapak ini, sangat sulit dari yang kamu bayangkan. Dia tak kenal kata menyerah, dia terus bangkit dari omongan orang-orang yang menganggapnya tidak waras. Dari A hingga Z dia jalani dengan berpegang teguh pada suatu keinginan. Keinginan yang orang lain sebut gila. Dia hanya ingin masih bersama dengan orang yang tak pernah ia lupakan. Suatu hal yang aneh kedengarannya, namun dia pasti mempunyai alasan mengapa hingga saat ini ia masih berusaha. Bukan untuk meminta kembali, tapi dia hanya ingin terus melihat seseorang itu dalam damainya senyuman. Dia sudah banyak mengorbankan waktunya, tenaganya, pikirannya pun hanya tertuju pada orang itu. Tapi kamu, kamu tidak tau seberapa besar rasa dia kepada orang itu. Semua orang pasti mempunyai alasan dalam hidupnya, semua orang mempunyai hak untuk mengejar apa yang membuat dia senang. Namun bagi dia, kebahagiaan hanyalah sebatas lewat, kebahagiaan tidak pernah terdiam padanya, kebahagiaan selalu pergi. Untuk itulah dia mencari kebahagiaannya sendiri, mungkin kebahagiaannya hanyalah orang itu. Belajar menghargai itu penting, jika ingin dihargai, hargailah seseorang terlebih dahulu. Tidak ada yang perlu ditakuti di dunia ini, dia hanya takut pada tuhan, bukan kepada kamu orang-orang yang hanya bisa membenci dan menyebarkan sesuatu yang sebenarnya kamu tidak tahu. Jika, kamu orang-orang mengenal bagaimana buruknya dia dulu, tapi bukalah mata selebar mungkin hingga cahaya masuk ke pelipis mata, lihat bagaimana dia yang sekarang, bukan melihat bagaimana dia dulu. Setiap orang mempunyai perubahan dalam hidupnya, maka hargailah orang yang sudah berusaha berubah. Karna perubahan itu suatu hal yang sulit untuk dilakukan tanpa niat dan keikhlasan. Tidak ada yang tahu, bahwa seseorang berubah bisa saja merelakan banyak hal untuk 1 perubahan. Mulailah melihat kedepan bukan melihat ke belakang. Dia selalu sabar apapun yang orang katakan, yang ia tahu, tuhan tidak murka kepada dirinya akan apa yang ia jalani sekarang. Yang ia jalani sekarang, mencari kebahagiaan itu. Dan dia yakin sesuatu yang sudah ditakdirkan menjadi hak dia, Allah tidak akan biarkannya menjadi milik orang lain. Untuk itu dia tidak pernah takut akan kehilangan.

Selasa, 24 Desember 2013

Pelariannya

Setelah kian lama aku bertahan disini, aku terjatuh untuk kedua kalinya di titik ini. Aku terbelenggu oleh sekian banyak rasa sakit yang harus ku rasakannya sendiri. Entah rasa sakit ini mengajarkan ku untuk kuat atau memberi tahu bahwa saat ini aku harus berhenti dalam penantian. Sekarang aku melamun dalam waktu, ku coba merasakan lebih jauh hari-hari saat aku bersamanya. Memang mungkin tuhan tidak menyukai seseorang yang terlalu jauh jatuh dalam kesenangan, secepat itu tuhan mengambil kesenangan ku. Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana, hanya tuhan yang tahu aku harus bagaimana sekarang. Kamu, seseorang yang pernah tuhan kasih yang selalu aku jaga meskipun kamu tidak menjadi milikku lagi. Kamu, seseorang yang dapat membuatku jatuh saat ini dan untuk bangun sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa aku jatuh karna kamu?, bagaimana bisa aku mencabik lukaku karna kamu?, bagaimana bisa kamu meninggalkan ku di titik ini lagi?. Haruskah aku bertahan lagi? haruskah aku tenggelam dalam kesedihan ini lagi? haruskah aku menangisimu lagi?. Ini bukan tentang suatu keharusan, ini tentang pantas atau tidaknya aku untukmu. Jika aku memang pantas, kamu pasti menolong ku untuk berdiri dan berjalan bersama lagi, jika aku pantas, sekarang air mataku ini adalah air mata bahagia, jika aku pantas, sekarang kamu menghubungi.Jadi semuanya terjawab, memang aku tidak pantas untuk apa-apa, bagian kecil tentang aku pun tidak ada di kamu. Aku belajar, bagaimana seseorang pergi dan yang harus ku lakukan hanya berdoa, tidak ada harapan yang harus diharapkan, karna kadang suatu harapan membuat mu terjerumus masuk ke dalam lubang pengkhianatan. Aku belajar bagaimana cara merelakan dan mengikhlaskan seseorang yang sangat dinanti dan harus aku lepaskan walau tangan ini sangat erat untuk menahan, walau raga ini tak kuat untuk menerima kenyataan. Tapi memang ini,kenyataan yang harus dihadapi. Sekarang aku ingin berlari,berlari agar tidak ada kenangan mu yang mengejarku, aku akan terus berlari sampai tidak ada semua tentang kamu, yang menghampiriku lagi. Biarkan aku memelukmu tanpa harus memelukmu, apapun yang membuatku jatuh kamulah juga yang membuatku berdiri lagi, entah kapan, mungkin esok , lusa atau tidak pernah sama sekali. Aku bukan lelah, aku hanya sadar diri, tidak ada yang perlu dipaksakan. Aku mengikuti alurmu, semoga alurmu ini membawaku ke arah yang lebih baik, dan yang dapat menyadariku bahwa semua yang aku tulis ini adalah salah.

Minggu, 22 Desember 2013

Begitu Saja

Begitu saja kau lewatkan tepat di ujung bayangan kaki orang datang. Begitu saja cara kamu menyampaikan pesan yang tidak pernah terbalaskan. Andai kesdaran akan kehilangan jauh lebih sakit daripada harus merelakan begitu saja. layaknya tahu tapi kau abaikan begitu saja, layaknya ingin tapi kau acuhkan begitu saja, layaknya ditinggalkan tapi kau merelakan begitu saja. Terlalu banyak arti dalam romawi, terlalu banyak yang tidak bisa terganti, terlalu banyak memaknai arti yang tidak ingin di artikan. Sudah lama kau begitu saja pergi beranjak dari titik penghantarmu.Sudah terlalu banyak bayangan yang abu hingga pelipis pun tak dapat melihatnya. Tak terhingga saat ini air mata yang ku simpan di bawah mata. Yang aku lakukan, dahan pun lelah melihatnya, laut merasa terumbu karangnya habis sampai tak ada satupun firasat alam yang mendukung ku dalam mencari arti di dalam sebuah keartian. Kamu hanya menjangka sampai kapan, aku? Aku hanya bisa mempersiapakan
jikalau kamu pergi. Persiapan ku yang kurang bekal, hingga akhirnya aku terjatuh sendiri di laju perantara ini dan terperosok sendiri ke dalam jurang yang mengajarkan ku arti "begitu saja" .Begitu saja kau tinggalkan dan tak pernah datang dan memang hanya begitu sajalah memaknai sebuah arti yang berharga,  

Sabtu, 14 Desember 2013

Tertulis : kamu

Kemarin hujan datang.Sekarang hujan pergi seperti tidak ingin kembali. Seperti seseorang yang tak pernah ingin kembali, aku pun begitu. Aku ingin menjadi seperti rintikan hujan, hanya berintik sambil melihat orang yang selalu menunggu di jendela kaca. Hujan seperti orang-orang yang datang dan pergi, tapi kamu, hanya sebatas pergi, datang pun tidak. Kadang hanya sebtas pundak yang terlihat, sebatas bayang tapi tak pernah muncul seutuhnya. Berharap,tidak pantas, meminta pun terlalu banyak permintaan.Yang harus dilakukan memang hanya bersyukur, bersyukur akan keadaan yang membuatku lama berfikir akan kehampaan apa yang harus di isi, akan kepergian apa yang harus disyukuri, akan kehilangan apa yang harus diperbuat. Semua jalan seperti terbuka saat ini, jalan yang banyak menghantarkan ku ke jalan yang tidak pernah aku ingin tuju. Sudah cukup lama aku terhenti di jalan ini, jalan yang biasa aku lalui dari awal hingga ke garis akhir dan akhirnya memutar balik dengan seorang diri. Tidak mencari jejak, hanya jika aku rindu, aku ingat kaki yang kamu tapakkan, banyak kenangan di jalan itu, kenangan yang membuat aku selalu bertahan di keadaan yang semua orang tidak ingin di keadaan ini. Kamu memang pantas dipertahankan tapi mungkin bukan aku yang pantas untuk kamu pertahankan. Aku juga ingin mencari seperti kamu,mencari yang lebih baik. Namun kamu lagi yang aku temui, tidak ada ruang untuk orang baru yang datang, hanya dipenuhi oleh kamu.Ini tentang siapa yang pantas, ini tentang seberapa lama harus bertahan, ini tentang sebuah arti, jika tidak berarti aku sudah mengambil bendera putih sejak lama dan bisa saja ku kibarkan di depan mukamu. Tentang bertahan, aku memang tidak tahu apa yang membuat ku bertahan, yang aku tahu, bertahan untuk seseorang yang ingin dimiliki tidak butuh alasan. Bukan dunia yang kejam, bukan tuhan juga yang tidak adil, tapi ini tentang takdir, dimana garis yang kita lewati dan dimana titik kita akan berhenti. Semua hanya butuh pikiran sehat dan hati, semakin berat yang kita lewati semakin dekat kita dengan titik itu. Kita hanya dalam sebuah perjalanan, antara kamu dan aku, kita di garis berbeda, tidak peduli seberapa jauh bujur dan lintangnya, kita harus tetap saling mencari apa yang harusnya kita cari, semua garis hidup kita akan berpenghujung indah di akhir. Aku percaya, kamu percaya. Tapi kamu sudah lebih dulu mencuri garis itu, dan aku? aku masih berdiri di sini, bukan menunggu kamu, tapi aku menunggu seseorang dibelakang yang dapat membawaku bersama ke titik akhir, mungkin kamu yang berputar balik, atau orang yang membawaku itu bukan kamu. Semua ini tentang kamu, semua pilihan ada di kamu. Aku? jika aku memilih, pilihanku itu tidak ada dalam pilihan, karna yang aku pilih itu hanya meminta kamu untuk kembali.

Kamis, 10 Oktober 2013

CERITA DARI ATAS SINI

kupu-kupu itu terbang katanya.Kania tetap berlari mengejar.Davin tersenyum sendiri melihat tingkah kania,entah tidak ada yang lucu,kania hanya berlari seperti orang biasanya berlari,tapi davin melihat kania dari sisi berbeda.Sisi yang orang lain belum tentu bisa melihatnya.Lelah katanya,kania lelah mengejar kupu-kupu itu.Davin hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan.Tingkah davin tidak pernah bisa ditebak oleh kania,menurutnya,davin aneh.Sangat aneh,orang paling TER-aneh.Ke anehan davin lah yang membuat kania menyukainya,menyukai seutuhnya seorang davin sekaligus menyukai keanehannya.Pagi menengok ke bagian setengah bumi,kania seperti biasa mengendarai sepedanya,dia terjatuh,jatuh tepat di depan rumah davin.Rumah mereka berdampingan hanya tembok yang memisahkannya.Davin menolong dengan segera,mengobati lukanya,mereka sama-sama saling bertatapan,dan sudah.Selalu saja saat bertatapan,mereka berdua selalu mengalihkan dan akhirnya menyudahinya.Davin segera menyuruhnya bangun,dan tanpa kata apapun davin pergi menjauhi gerbang dan menutup pintu.

Davin terengah mundur melihat kania terperosok ke dalam jurang.Jurang yang dalam jauh dari penglihatan,namun tidak terasa aneh di hati.Jurang yang membuat davin menyesal,menyesal akan tingkah lakunya yang terlalu membuat kania penasaran hingga akhirnya kania menyukainya.Malam itu,kania berterus terang akan perasaannya kepada davin.Tapi malahan davin membuat kania yakin bahwa semua terkaan dan harapan kania tidak ada yang benar sama sekali tentangnya.Malam itu juga,kania jatuh.Davin pun melihat kekecewaan pada mata kania yang tiba-tiba berkedip dan menahan sesuatu yang ingin jatuh di pipi kania.Davin juga melihat raut wajah yang tiba-tiba tidak seceria biasanya,senyum yang tiba-tiba luntur,dan kata-kata yang membata.Davin lihat semuanya,kejadian saat kania terjatuh,dan davin lah penyebabnya.Kania diam saat itu,berbalik arah tanpa mengatakan sesuatu.Rasa sakit akan jatuh dari jurang harapan,rasa gundah,dan pasti rasa kecewa yang dia rasakan,menyatu menjadi abu-abu dibawah pelipis mata,dan ia terpejam.

Pagi itu saat kania membuka kedua matanya perlahan karna sangat berat akibat ia menangis semalaman.Matanya sangat sembab di depan kaca.Kania menoleh ke arah jendela kamarnya,berharap ia bisa mengulang waktu,ia tidak akan mengatakan hal bodoh seperti kemarin malam.Menghela dan hanya helaan nafas yang terdengar dari sudut ruang bacanya.Ia pandai menulis namun tidak pandai megungkapkan dengan kata-kata,ia tidak bakat menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk kata-kata.Dengan membaca,semua hal seperti terbuka di depan mata.

Davin hanya kagum dengan kania,karna kania dapat tersenyum setiap saat apapun yang ia alami

Hanya kania lah yang dapat membuat davin terhibur

Tingkah davin yang selalu aneh hanya karna,davin tidak mau dirinya menyukai kania

Bukan,bukan karna ia memerangi hatinya sendiri.Tapi karna seseorang.

Seseorang yang masih berarti dalam hidup davin,setelah seseorang itu pergi dari hidupnya,davin hanya bisa merenungkan kesalahan kesalahannya dulu.

Orang ketiga serba tahu ini tidak mengetahui semuanya,banyak menerka namun seringnya salah

Orang ketiga yang menulis ini,dan seseorang itu adalah,aku

Aku hanya menerkanya,dulu memang aku kira itulah yang davin rasakan,namun aku salah.Yang selalu ada didalam hati davin adalah kania bukannya aku.Terakhir kania pernah memberikan secarik surat yang berisikan tulisan untuk davin:

Apakah kamu tercengang bila melihat kereta bisa terbang?
Apakah kamu terkejut bila melihat kuda berbicara?
Apakah kamu merasakan sesuatu yang aneh saat kamu sedang berdampingan dengan seseorang?
Aku tidak pernah merasakannya,sebelum aku mengenal para bidadara di atas sana
Bidadara itu mengalirkan seluruh naluri ku
Bidadara itu pernah berbisik,bahwa dia percaya akan keajaiban tuhan
Namun seketika bidadara itu pergi jauh terbang lagi keatas
Kejujuran yg ku katakan membuatnya pergi
Jika aku bisa meminta kepada tuhan,kembalikanlah waktu
Aku akan mengatakan kebohongan,asal bidadara itu tidak pergi
Tapi aku sadar,aku tidak ingin meminta lagi
Karna tuhan pernah memberiku anugerah yang paling indah
Tau,apa?
Indah itu bidadara yang pernah aku kenal,dan bidadara itu,kamu.

Saat aku melihat davin membacanya,dia langsung pergi menemui ku,aku yang pernah ia miliki.

Akhirnya apa yang sebenarnya,aku tau.Davin sangat menyukai kania,tapi dia tidak ingin memiliki kania karna ia pernah memiliki seseorang yang sangat dicintainya,dan seseorang itu pergi.Ia tidak ingin kania pergi saat ia sudah memilikinya.Ia takut kehilangan kedua kalinya.

Setelah menceritakan semuanya,davin pergi dari makam ku.

Aku merasakan sesuatu yang dulu aku tidak  pernah bisa lepas,sekarang akhirnya pergi bersama orang lain,dan aku tidak bisa menahannya lagi untuk tidak pergi

Anggap saja ini cerita ku saat aku tidak ada di dunia lagi

Sekarang bukan hanya aku yang pergi untuk selamanya,davin pun juga

Tapi saat aku memilih untuk pergi terbang ke atas,aku bertemu dengan bidadara

Bidadara yang tidak bisa aku dengar lagi suaranya,bidadara yang kecil karna aku melihatnya dari kejauhan.

Aku memilih untuk tidak tahu apapun sekarang,dibanding aku harus tahu sesuatu yang belum tentu sebenarnya terjadi.Aku tidak ingin seperti ceritaku saat ini,yang hanya bisa menerka tapi salah

Walaupun jiwaku mati,tapi aku akan selalu hidup di hati davin,ya paling tidak,aku masih mempunyai tempat di hati davin,walaupun tempat itu sekarang tidak luas,hanya bagian kecil.

Akan ku buat cerita yang indah diatas sini nanti bersama bidadara itu.

Dan aku pun tahu,walaupun seseorang sangat berarti,sebuah keartian itu dapat memudar kapanpun.Dan kita tidak bisa meyakinkan,seseorang itu pasti selamanya untuk kita,karna sekarang aku tahu setiap pertemuan pasti ada perpisahan,dan kita dipertemukan untuk saling berbagi dan selagi masih ada waktu kita saling mengasihi,tidak ada salahnya kan membuat orang yang kita suka senang?dan aku sudah mencapai semuanya,ya,kesenangan bersamanya

Dan tentang bidadara itu,kania benar.Bidadara itu tetap indah walaupun dilihat dari atas sini



Sabtu, 14 September 2013

Tak ada judul

Ini akhirnya,namun bukan akhir dari segalanya,tapi akhir dimana perempuan itu mengatakan "cukup". Kosong,seperti hampa karna ada bagian yang hilang,bagian yang dulu pernah ada dan bagian terpenting,bagian yang selalu menyemangati susah dan duka perempuan itu.Bagian itu sekarang benar-benar hilang,banyak kemungkinan yang tergaris di otak perempuan itu,mungkin lelaki itu sudah tau mana yang harusnya dia pilih,mungkin dia sudah tau seseorang yang ia cari selama ini,dan mungkin juga dia sudah mengetahui,siapa yang pantas bersama dirinya.Perempuan itu menyadari,banyak kekurangan dalam dirinya,kekurangan yang harusnya tidak lelaki itu lihat,kekurangan yang tidak jadi masalah harusnya.Kekurangan yang perempuan itu punya,harusnya tidak mempengaruhi apapun untuk lelaki itu.Tapi lelaki itu mungkin ingin menemukan sesuatu yang sempurna.Sempurna?tidak akan pernah ada yang memiliki kesempurnaan,semakin seseorang mencari kesempurnaan,semakin orang itu tidak menemukan apapun,kata perempuan itu meyakini.Tapi lelaki itu tetap pergi tidak menghiraukan apapun,desau angin pun sepertinya tidak mempunyai daya tarik untuk lelaki itu.Sebenarnya,bukan lelaki itulah yang meninggalkan,tapi perempuan itu yang meninggalkan.ingat saat perempuan itu di antara kedua jalan?sekarang ia sudah memilih,dengan yakin ia berjalan ke arah jalan pintu keluar.Pintu keluar dari semua jalan yang perempuan itu sudah tempuh.Ia memilih jalan keluar,karna jalan yang kembali menuju lelaki itu,sudah tertutup sudah terlalu gelap,tertutup oleh rembulan yang datang lagi,mereka bersama kembali.Perempuan yang menunggu lama sekali lelaki itu kembali,kalah,kalah oleh rembulan yang baru menunggu sebentar.Mungkin benar dari awal,memang rembulanlah yang mempunyai sepenuhya lelaki itu.Perempuan itu berjalan mundur ke arah titik terang,dengan perlahan perempuan itu makin hari makin jauh dari persimpangan antara dua jalan.Tanpa mengucapkan selamat tinggal,perempuan itu sudah memberi kata "selamat".Berjalan,dengan banyak perasaan yang ia rasakan,perasaan marah yang entah bagaimana harus meng-ekspresikannya,perasaan sedih,bimbang,sedikit bahagia.Ia mencoba bahagia saat ia tahu bahwa sekarang lelaki itu sudah benar-benar memilih pilihan yang mungkin tepat.Namun perempuan itu belum mau memilih orang yang tepat untuk dirinya sendiri,yang ia lakukan bukan menunggu,tapi hanya ingin memastikan sudah tidak ada lagi perasaan untuk lelaki itu.Perempuan itu sekarang terhempas,entah kemana,tak ada tujuan,dia tidak tahu harus bagaimana di keadaan seperti ini,dia tidak tahu apakah pilihan yang ia pilih benar atau salah.Seperti ini akhirnya,akhir yang ia tidak duga,dan akhir yang ia tidak pernah inginkan.Akhir yang penuh kekecewaan,entah ini sebuah akhir atau hanya sebuah prolog.Jika perempuan itu tidak bisa menjadi kekasih yang baik,ia bisa menjadi teman yang baik untuk lelaki itu.Sudah tak ada judul dalam cerita perempuan itu,sudah tak ada lagi yag harus ia ceritakan.

Sesuatu itu...

Ada sesuatu yang menyudut hantui,yang membuat semuanya ini bertanya-tanya.Sesuatu itu pasti akan datang tanpa kita sadari.Dia datang begitu saja,tapi sesuatu itu tidak datang sendiri,dia datang selalu berdua.Sesuatu itu dapat berakhir dan satunya lagi tak kunjung berakhir.Sesuatu itu akan pergi bila orang itu sudah menemukan 1 jawabannya.Orang pun tidak tahu,di antara kedua sesuatu itu mana yang benar dan mana yang salah.Kadang yang salah dapat membawa orang itu kepada kebahagiaan yang lebih besar dibanding orang itu memilih sesuatu yang benar.Yang benar dapat saja membawa orang itu kepada kebahagiaan dan selagi waktu habis,sesuatu yang baru datang,yang lagi-lagi meyudut hantui pikiran seseorang.Tidak akan pernah ada yang tau,mana sesuatu itu yang benar dan mana yang salah.Semua akan berjalan sesuai takdir,menurut hati.Hati yang tau sebenarnya mana jalan yang pantas kita tuju.Saat jalan yang dituju buntu,sesuatu itu datang lagi menghampiri.Sesuatu itu selalu datang setiap saat yang tidak tepat.Ya,sesuatu itu adalah’pilihan’