Selasa, 30 Juli 2013

Partikel di antara dia dengan angin

Saat berjalan kita bisa saja tersandung,saat berlari kita bisa terjatuh,saat diam pun banyak pikiran yg mengsudut hantui.Disaat kita berdua sama-sama berjalan,awalnya kita saling membantu saat terjatuh.Sekarang,saat kita berlari maupun diam,kita sama-sama berpura-pura tidak tahu,tak ada rasa ingin menolong.Mungkin ingin,namun semua rasa ingin kalah akan keadaan dan situasi.Semua yang datang akan pergi,itu pasti.Tapi dari salah satu pendatang itu,ada satu yang tidak benar-benar pergi.Ada satu yang benar-benar tidak ingin pergi tapi keadaan lagi yang memaksanya untuk pergi.Kadang dia hilang, kadang dia datang tanpa sepengetahuan, sekedar menengok,menyapa,menanyakan arah.Dia hilang seperti angin,angin membawanya ke penghujung jalan yang sangat jauh jaraknya.Kadang angin pun tak tega untuk membawanya terlalu jauh dari ku.Sekarang angin membawa perlahan,makin lama makin jauh,namun pasti.Perlahan angin membawanya pergi tanpa aku sadari,angin pun membawa kenangan.Hilang,hilang sudah pendatang terakhir itu,melebur diantara partikel-partikel udara.Tak ada lagi pendatang yang sering menghampiri,sekarang semua kenangan yang ku punya,dibawanya bersama angin.Tak ada lagi yang ku ingat,namanya pun aku tak tahu dan tak ingin tahu.Angin seperti tidak ingin mempertemukan lagi,mungkin bosan,atau mungkin ini waktu yang tepat untuk berpisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar