Seperti ini adanya,seperti mawar yang layu,seperti bulan
yang tertutup awan,seperti gunung yang tertutup kabut,seperti inilah diorama
cinta nya.Dia tertawa tersenyum bahagia layaknya tak ada beban di
benaknya.Seraya seorang laki2 lain tidak ada dalam pikirannya.Yang ia tau hanya
seorang laki2 yang telah pergi berjejak tanya.Semua bingung,semua tidak
tau,tapi semuanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dalam diorama nya.Kenapa?apa?bagaimana?dan
karna apa mereka semua ingin mengetahui apa yang seharusnya tidak mereka
ketahui.Memang ini kisahnya dan memang ini sudah jalannya,YA ia mempercayai
itu.Entah semua orang mungkin berfikir,mata hatinya sudah tertutup.Ia diam
entah harus bagaimana untuk mengakhiri semuanya.Tekad yang ia bawa hanya
kesetiaan,setia dengan orang yang tidak seharusnya mendapat kesetiaan
itu,seseorang yang tidak seharusnya berhenti di persimpangan
jalannya.Kacau&balau,ia mencoba menepis akan semua ini,tapi memang ini
adanya memang ini kenyataan pahit yang harus ia lewati.Sekejap ia merenung dan
meratapi sebenarnya apa yang sudah terjadi,ia berkali-kali mencoba untuk
membuka mata hati itu.Tapi yang ia dapat”tidak ada”,sebenarnya yang ia dapat
justru kesiasia-an,membuang waktu,dan hanya menyakitkan hatinya sendiri.Jadi ia
terjebak dalam ruang nostalgia ini,dan memilih untuk menyakitkan hatinya
sendiri.Pilihan itu ada,tapi mungkin pilihan itu masih tertutup oleh kabut
tebal di benaknya,hingga saat ini ia belum bisa mengusir kabut itu
sendiri.Entah siapa yang bisa menggantikan seseorang yang ada di hatinya dan
entah siapa yang bisa mengusir kabut itu dari benaknya ,walaupun ia meyakini
laki2 itu tidak akan tergantikan.Semua orang meyakini dia bisa dan dia akan
lebih bahagia jika ia menerima laki2 lain.Tapi ia sendiri meyakini,ia akan
lebih bahagia jika terus bersamanya walaupun laki2 itu sudah menjadi siluet di
dalam hatinya.Ia percaya,namun semua orang tidak percaya.Pertanyaan yang selalu
ia tanyakan pada dirinya sendiri setiap hari adalah“setia itu salah?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar