Kesan terindah yang ku dapat pertama kali saat duduk bersama
di sebuah kafe,hujan turun deras saat itu,menghentikan setiap langkah untuk keluar pintu.Mengalunkan sebuah
lagu penggalauan,tapi aku dan dia menikmati secangkir coklat panas, tidak untuk
menikmati lagunya.Disana,kami tertawa sambil melihat indahnya sang fana.Dia
sosok seorang laki2 seumurannya,dia lebih dewasa dari seorang aku.Aku yang
biasanya memberi saran untuk orang lain,sekarang giliranku yang merasakan apa
pentingnya”saran”.Lelaki itu diam dan melihat jam tangan G-shocknya sambil
berdiri,mempersilahkan aku berdiri dan menarik pelan kursiku.Kami segera pergi
dari kafe itu.Sepanjang perjalanan,aku hanya melihat bayangan seorang lelaki
yang nyatanya bisa menjadikanku seseorang perempuan yang lebih baik,aku
melihatnya dari kaca mobilnya dengan jatuhnya rintik-rintik hujan.Saling
menatap lalu tiba-tiba tertawa kecil,entah apa yang terlihat hanya ketulusan
senyuman itu,ketulusan akan cintanya kepada seorang aku.Sebentar lagi kami
masuk universitas,universitas yang berbeda,dan sangat jauh jaraknya,ya
Bandung-NewYork.
Fajar menghampiri,segera aku pergi ke bandara untuk
mengantar sebelum kepergiannya.Sampainya di Soekarno-Hatta,seseorang menunggu
ku,memakai jaket kulit coklat,bercelana chino dan terlihat rapih.Aku sejenak
diam,dan melihatnya,seperti orang yang ku kenal.Segera aku menghampirinya dan
ucapan selamat pagi yang dia berikan waktu itu,tidak akan pernah ku
lupa.Sebelum takeoff kami sempat bercengkrama di kafe yang sama namun di tempat
yang berbeda,dengan pesanan yang sama pula”hot chocolate”.Diam,seperti bisu aku
dengannya,ia mencoba menghiburku,dan meyakinkan ku dengan kata-katanya”aku
pasti selalu ada walalupun kita bermil-mil jauh jaraknya,kita tidak perlu takut
akan jarak,jangan jadikan jarak sebagai alasan perpisahan,aku akan selalu ada
buat kamu,dan saat aku kembali ke tempat ini, aku yakinkan kita masih sama-sama
bisa tersenyum berdua”.Sekejap luluh,dan sedih ini makin menjadi-jadi.Pelukan
terakhir di tahun itu,ciuman yang ia berikan di kening ini,masih terasa.Sebelum
ia pergi,ia tidak memberikan aku hadiah atau apapun, dia Cuma memberiku secarik
surat yang tulisannya”aku akan dan selalu sayang,i love you”dengan tinta
berwarna pink kesukaanku ia menulisnya,tulisan yang hanya beberapa kata
itu,lebih berarti dari sebuah hadiah.Di dalam surat itu juga ia memberiku foto polaroid
perpisahan,foto waktu pertama kali kami bertemu.Dibawah foto itu
bertuliskan”pertemuan pertama akan selalu menjadi pertemuan terindah sampai
pada akhirnya kita akan bertemu lagi :)”.Aku
membaca surat itu saat setelah keberangkatannya,ia tidak memberikannya secara
langsung,tapi ia menyelipkannya di dompetku.Di mobil, aku hanya bisa
menangis,menangis akan indahnya perpisahan jarak ini,menangis akan kerinduan
nanti yang kupendam,sambil mendengarkan “a thousand years”dari radio,semakin
aku meratapi tahun-tahun yang berat ini sendiri.
Saat aku masuk universitas,banyak teman-teman baru yang
kudapat,hingga akhirnya aku mempunyai teman dekat.Seorang wanita dan seorang
pria.Mereka berdua sangat unik dan bisa membuatku tidak terlalu memikirkan
laki2 di NewYork sana.Setelah 5 bulan lamanya,aku merasa seperti seorang single,nada
dering di iPhone ku berbunyi,itu panggilan skype,saat aku tau itu dari laki2
yang selama ini aku tunggu,seperti terbangun dari mimpi tapi nyata,lalu aku
yang banyak bertanya di panggilan malam ini,pernyataannya yang membuatku
merenung”aku sampai disini langsung memberikan kabar ke mamah kalo aku udah
sampai,aku juga SMS kamu,tapi kamu tidak membalas SMS ku,aku mengira kamu sibuk
dengan kuliahmu,tapi aku coba buat positive thinking,aku memutuskan untuk
mematikan handphone,dan aku juga tidak membuka social network,karna aku disini
mau serius belajar,menurut kamu,yang udah aku lakuin salah apa engga?buat kamu sedih
ga?aku minta maaf sama kamu ya,udah buat kamu khawatir”ya ampun rasanya gabisa ngomong apa-apa,dia benar-benar
seorang pria dewasa yang hebat walaupun 1 tahun lebih tua umurnya dari aku.Percakapan
malam itu,sangat panjang hingga aku terlelap dan di-nina bobokan olehnya.Lalu
aku tersadar pagi itu,saat aku lihat handphone ku,ia mengirim pesan lewat
skype,yang isinya”aku akan menghubungimu besok”.Aku tidak sabar
menunggunya,tapi yang ku sadar hari sudah pagi,dan hari ini ternyata ujian
praktek.
Malam pun tiba,aku duduk di meja makan kecil di apartment ku
di bdg,malam ini beda dari malam-malam sebelumnya,aku duduk dengan laptop
didepanku,dan seseorang yang ku tunggu itu akhirnya datang,dan kami pun
berjumpa lewat layar ini.Dia yang sedang sarapan pagi,dan aku yang sedang makan
malam walaupun telat,menikmati sama-sama layaknya sedang duduk
berhadap-hadapan,ia hanya berkata”selamat makan perempuan cantik-ku”.Setelah
usai bercakap panjang,ia berkata lagi”aku akan menghubungimu di akhir tahun
ini,karna bulan selanjutnya yang akan datang,aku harus fokus untuk kenaikan
semester,inget yang kita bawa kemanapun hanya kepercayaan dan kesetiaan”tiba-tiba
saja air mata ini jatuh,entah menangisi apa,seperti tersentuh sangat dalam di
bagian hati ini.Lalu melambaikan tangan mengucapkan salam perpisahan untuk
kedua kalinya.
Aku menikmati apa yang harusnya ku syukuri dan aku
nikmati.Mempunyai 2 sahabat,dia Isyana dan Bagas.Mereka berdua yang selalu
menemaniku kuliner,berbelanja,pulang pergi Jakarta-Bandung.Mereka berdua seperti
aku dan dia,entah mengapa kemiripan yang maksimal,jika aku melihat mereka
berdua,seperti melihat aku dan dia waktu dulu.
Tahun baru pun tiba,aku menunggu laki2 itu
menghubungiku,tapi ternyata tidak seperti yang aku bayangkan,dia baru kali ini
meng-ingkari kata-katanya namun bukan janjinya,karna ia tidak pernah berjanji
sedikitpun dengan ku.
Bulan demi bulan aku jalani dengan kekhawatiran yang
mendalam,bertubi-tubi pikiran negatif menyerang benak-ku.Dengan sujud ku dan
doaku lah yang bisa mententramkan hatiku.
Saat ada sebuah hari yang aku tidak duga,Isyana bercerita
bahwa dia suka dengan bagas dari SMA,dan di lain hari,Bagas pun cerita,bahwa
dia suka dengan Isyana.Seperti biasa aku memberi saran layaknya seorang
psikolog,dan aku meyakinkan Bagas ,ia akan diterima Isyana.Tapi entah apa yang
ada dalam pikiran mereka,masing-masing seperti tidak ingin mempunyai hubungan yang
lebih dari sahabat.
Angin bertiup sepoi di balkon lantai 8 apartmentku,aku
merenung dan bertanya pada diri sendiri”apa yang sedang ia lakukan disana?sampai
ia tidak pernah menghubungiku”Bertubi-tubi pertanyaan yang menyayat hatipun
muncul.
Hari itu datang,Isyana mengetahui bahwa Bagas mempunyai
sakit jantung yang sudah kronis.Memang sudah 2 minggu,Bagas tidak pernah
terlihat di pelipis mataku.Sebelum ia tidak masuk kuliah,ia mengetahui Isyana
sedang dekat dengan seorang laki-laki di satu fakultasnya.Lambat laun,Bagas
semakin menjauh dari Isyana,dan mungkin dia mengira aku bohong
kepadanya,tentang perasaan Isyana sebenarnya.Isyana mengakui,ia dekat dengan
laki2 itu hanya untuk mengetahui perasaan Bagas sebenarnya.Tapi mungkin yang
dilakukan Isyana itu salah.Isyana bercerita sambil menangis merintih
kesakitan,dia juga mempunyai jantung dan segera aku bawa dia ke rumah sakit
terdekat.Anehnya kejadian ini aku pernah rasakan sebelumnya,tapi aku tidak
mengingatnya sama sekali,dan tidak mungkin aku mengalami kejadian ini
sebelumnya secara logis.
Tiba-tiba aku tersadar,dan membuka mata,aku ternyata
mimpi,cerita sepanjang itu hanya mimpi?.Lalu aku duduk di pojok sofa di
kamarku,dan mengingat lagi mimpiku,aku memang kuliah di Bandung tapi aku tidak
mempunyai seseorang laki-laki yang aku sayang.Aku teringat dan
berteriak“ADA”.Tapi orang itu sudah tidak tahu kemana,malah aku tidak tahu ia
kuliah dimana sekarang dan terakhir kali berpisah sewaktu SMA dan dia sahabat
aku sendiri,aku memang suka tapi aku mencoba mengelak dan selalu menunjukkan
kepadanya bahwa aku sedang dekat dengan laki-laki lain.Tiba-tiba dia menjauh
dan sudah tidak berhubungan atau BBM dengan ku.Sampai sekarang aku tidak tau
apa salahku.Lalu aku membuka BBM dan melihat recent updates,aku sangat terkejut
semua PM teman-teman SMA-ku “selamat jalan Bagas”,aku terbata-bata dan jantung
ku kambuh mendadak,aku mencoba bangkit dan menenangkan diri.Aku segera kembali
ke Jakarta,mengingat-ingat rumahnya,bendera kuning dimana-mana di sepanjang
jalan kompleksnya.Saat tiba di depan rumahnya,aku mencoba tenang dan sambil
mengeluarkan nafas panjang,jalan dengan pastinya,aku pun bertemu dengan
mamahnya dan mecoba bertanya sebenarnya apa yang terjadi,ternyata Bagas
berkuliah di NewYork,dan tiba-tiba saja jantung koronernya kambuh,anfal,dan
meninggal di sana.Sambil aku menunggu jenazahnya datang,aku mencoba diam,diam
seribu bahasa,memendam semua air mata ini.Tiba-tiba,mamahnya memberikan aku
sebuah kotak dan Bagas sempat berkata kepada mamahnya untuk memberikan kotak
itu,jika aku bertemu dengan Bagas nanti.Kotak yang isinya secarik kertas ”aku
akan dan selalu sayang,i love you”dengan tinta berwarna pink.Air mata yang ku
pendam tadi,sudah tidak bisa ku tampung,air mata ini membanjiri seluruh muka
ku,air mata sedih,penyesalan,keharuan dan semuanya tertumpah lewat air mata
ini.Ada 1 polaroid di kotak itu,itu foto aku dengannya sewaktu kami pergi
berdua ke kafe favorit kami,di bawah polaroid itu tertulis”pertemuan pertama
akan selalu menjadi pertemuan terindah sampai pada akhirnya kita akan bertemu
lagi :)”.
Aku tersadar lama-lama mimpi ku menjadi nyata,kian lama
makin menunjukkan arti mimpi yang menjadi kenyataan.Saat aku melihat jenazah
datang ,kaki aku tiba-tiba lemas,berlutut dan akhirnya duduk
disampingnya.Melihat Bagas yang kaku tak berdaya,aku teringat dia laki2 yang
ceria,saat aku melihat mulutnya yang tertutup rapat,aku teringat dulu senyuman
terakhir yang ia berikan.Sekarang kau pergi meninggalkan ku lebih dulu,dan kita
sama-sama menyembunyikan penyakit ini,dan kamu tidak pernah memberitahuku
tentang perasaanmu.Penyesalan terus mencambuk-ku,seandainya dulu tidak ada
kegengsian dalam diriku,jika saja rasa berani datang padaku lebih awal.Aku Cuma
bisa melihat laki2 itu sekarang untuk terakhir kalinya,dan aku percaya ia juga
sudah mengetahui sekarang,bahwa aku punya rasa untuknya,karna aku tau,dia
sedang duduk di samping jenazahnya sendiri,melihat aku merasa kehilangannya.Dan
untuk terkahir kalinya,aku diberi kesempatan oleh keluarganya untuk memeluk dan
mencium keningnya,seperti apa yang ia lakukan di mimpi ku tadi malam.
Saat aku pulang ke rumah,aku tersadar selama ini yang ia dan
aku bawa hanya kesetiaan dan kepercayaan.Polaroid dan kertas itu segera ku masukkan
ke dalam dompetku.Lalu aku melihat foto-fotonya setahun yang lalu ,sewaktu
kepergiannya ia sempat berfoto menggunakan jaket kulit coklat dan celana
chino,dia mirip sekali seperti yang aku impikan.Seandainya kita sama-sama
saling menyatakan apa sebenarnya yang kita rasakan,mungkin aku tidak akan serindu
ini.
Tapi karna mimpi semalam,aku jadi bisa merasakan bagaimana
mempunyai hubungan spesial denganmu.Aku mengingat-ingat apa yang sudah kita
lewati bersama,lalu sejenak aku tertawa kecil,dan menjatuhkan air mata
ini.Banyak kenangan yang sudah kita lewati,dan sekarang kenangan ini biarkan
aku mengenangnya.Lalu aku membuka handphone yang sudah lama tidak aku
gunakan,aku membaca SMS yang belum aku baca dari Bagas,yang isinya”hai aku
sudah sampai di NewYork” Penyesalan datang lagi untuk kesekian kalinya,dan saat
ku buka laptop,sudah banyak callingan skype dari Bagas,hanya karna aku terlalu
fokus dengan kuliahku dan ingin melupakannya.Ternyata aku salah selama
ini,dalam hatiku”Gas yang harusnya minta maaf itu aku bukan kamu,apa yang udah
aku lakuin itu salah”.Yang aku ingat , ”aku pasti selalu ada walalupun kita
bermil-mil jauh jaraknya,kita tidak perlu takut akan jarak,jangan jadikan jarak
sebagai alasan perpisahan,aku akan selalu ada buat kamu,dan saat aku kembali ke
tempat ini, aku yakinkan kita masih sama-sama bisa tersenyum berdua” kata-kata
itu yang mebuatku tegar,dan percaya kesetiaan itu akan selalu ada walaupun aku
tidak akan pernah bisa melihat dan menyentuhmu lagi Gas :).Mencoba bertahan
dalam kesedihan yang mendalam ini, mencoba bangkit lagi,mencoba untuk tidak
melupakan tapi lebih ke meng-ikhlaskan.Rasa ini akan selalu ada walaupun kamu
telah tiada,Bagas.
Mimpi yang awalnya ku kira mimpi indah berakhir menjadi
mimpi buruk.Mimpi yang menjadi kenyataan dan sebagai petunjuk.Tapi dengan mimpi
itu,aku bisa merasakan disayang oleh orang yang tidak pernah kuduga,orang yang
aku sayang juga,yaitu sahabatku sendiri.Dan kedua sahabat di mimpi itu adalah
aku Isyana dan laki2 itu adalah Bagas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar