Kamis, 10 Oktober 2013

CERITA DARI ATAS SINI

kupu-kupu itu terbang katanya.Kania tetap berlari mengejar.Davin tersenyum sendiri melihat tingkah kania,entah tidak ada yang lucu,kania hanya berlari seperti orang biasanya berlari,tapi davin melihat kania dari sisi berbeda.Sisi yang orang lain belum tentu bisa melihatnya.Lelah katanya,kania lelah mengejar kupu-kupu itu.Davin hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan.Tingkah davin tidak pernah bisa ditebak oleh kania,menurutnya,davin aneh.Sangat aneh,orang paling TER-aneh.Ke anehan davin lah yang membuat kania menyukainya,menyukai seutuhnya seorang davin sekaligus menyukai keanehannya.Pagi menengok ke bagian setengah bumi,kania seperti biasa mengendarai sepedanya,dia terjatuh,jatuh tepat di depan rumah davin.Rumah mereka berdampingan hanya tembok yang memisahkannya.Davin menolong dengan segera,mengobati lukanya,mereka sama-sama saling bertatapan,dan sudah.Selalu saja saat bertatapan,mereka berdua selalu mengalihkan dan akhirnya menyudahinya.Davin segera menyuruhnya bangun,dan tanpa kata apapun davin pergi menjauhi gerbang dan menutup pintu.

Davin terengah mundur melihat kania terperosok ke dalam jurang.Jurang yang dalam jauh dari penglihatan,namun tidak terasa aneh di hati.Jurang yang membuat davin menyesal,menyesal akan tingkah lakunya yang terlalu membuat kania penasaran hingga akhirnya kania menyukainya.Malam itu,kania berterus terang akan perasaannya kepada davin.Tapi malahan davin membuat kania yakin bahwa semua terkaan dan harapan kania tidak ada yang benar sama sekali tentangnya.Malam itu juga,kania jatuh.Davin pun melihat kekecewaan pada mata kania yang tiba-tiba berkedip dan menahan sesuatu yang ingin jatuh di pipi kania.Davin juga melihat raut wajah yang tiba-tiba tidak seceria biasanya,senyum yang tiba-tiba luntur,dan kata-kata yang membata.Davin lihat semuanya,kejadian saat kania terjatuh,dan davin lah penyebabnya.Kania diam saat itu,berbalik arah tanpa mengatakan sesuatu.Rasa sakit akan jatuh dari jurang harapan,rasa gundah,dan pasti rasa kecewa yang dia rasakan,menyatu menjadi abu-abu dibawah pelipis mata,dan ia terpejam.

Pagi itu saat kania membuka kedua matanya perlahan karna sangat berat akibat ia menangis semalaman.Matanya sangat sembab di depan kaca.Kania menoleh ke arah jendela kamarnya,berharap ia bisa mengulang waktu,ia tidak akan mengatakan hal bodoh seperti kemarin malam.Menghela dan hanya helaan nafas yang terdengar dari sudut ruang bacanya.Ia pandai menulis namun tidak pandai megungkapkan dengan kata-kata,ia tidak bakat menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk kata-kata.Dengan membaca,semua hal seperti terbuka di depan mata.

Davin hanya kagum dengan kania,karna kania dapat tersenyum setiap saat apapun yang ia alami

Hanya kania lah yang dapat membuat davin terhibur

Tingkah davin yang selalu aneh hanya karna,davin tidak mau dirinya menyukai kania

Bukan,bukan karna ia memerangi hatinya sendiri.Tapi karna seseorang.

Seseorang yang masih berarti dalam hidup davin,setelah seseorang itu pergi dari hidupnya,davin hanya bisa merenungkan kesalahan kesalahannya dulu.

Orang ketiga serba tahu ini tidak mengetahui semuanya,banyak menerka namun seringnya salah

Orang ketiga yang menulis ini,dan seseorang itu adalah,aku

Aku hanya menerkanya,dulu memang aku kira itulah yang davin rasakan,namun aku salah.Yang selalu ada didalam hati davin adalah kania bukannya aku.Terakhir kania pernah memberikan secarik surat yang berisikan tulisan untuk davin:

Apakah kamu tercengang bila melihat kereta bisa terbang?
Apakah kamu terkejut bila melihat kuda berbicara?
Apakah kamu merasakan sesuatu yang aneh saat kamu sedang berdampingan dengan seseorang?
Aku tidak pernah merasakannya,sebelum aku mengenal para bidadara di atas sana
Bidadara itu mengalirkan seluruh naluri ku
Bidadara itu pernah berbisik,bahwa dia percaya akan keajaiban tuhan
Namun seketika bidadara itu pergi jauh terbang lagi keatas
Kejujuran yg ku katakan membuatnya pergi
Jika aku bisa meminta kepada tuhan,kembalikanlah waktu
Aku akan mengatakan kebohongan,asal bidadara itu tidak pergi
Tapi aku sadar,aku tidak ingin meminta lagi
Karna tuhan pernah memberiku anugerah yang paling indah
Tau,apa?
Indah itu bidadara yang pernah aku kenal,dan bidadara itu,kamu.

Saat aku melihat davin membacanya,dia langsung pergi menemui ku,aku yang pernah ia miliki.

Akhirnya apa yang sebenarnya,aku tau.Davin sangat menyukai kania,tapi dia tidak ingin memiliki kania karna ia pernah memiliki seseorang yang sangat dicintainya,dan seseorang itu pergi.Ia tidak ingin kania pergi saat ia sudah memilikinya.Ia takut kehilangan kedua kalinya.

Setelah menceritakan semuanya,davin pergi dari makam ku.

Aku merasakan sesuatu yang dulu aku tidak  pernah bisa lepas,sekarang akhirnya pergi bersama orang lain,dan aku tidak bisa menahannya lagi untuk tidak pergi

Anggap saja ini cerita ku saat aku tidak ada di dunia lagi

Sekarang bukan hanya aku yang pergi untuk selamanya,davin pun juga

Tapi saat aku memilih untuk pergi terbang ke atas,aku bertemu dengan bidadara

Bidadara yang tidak bisa aku dengar lagi suaranya,bidadara yang kecil karna aku melihatnya dari kejauhan.

Aku memilih untuk tidak tahu apapun sekarang,dibanding aku harus tahu sesuatu yang belum tentu sebenarnya terjadi.Aku tidak ingin seperti ceritaku saat ini,yang hanya bisa menerka tapi salah

Walaupun jiwaku mati,tapi aku akan selalu hidup di hati davin,ya paling tidak,aku masih mempunyai tempat di hati davin,walaupun tempat itu sekarang tidak luas,hanya bagian kecil.

Akan ku buat cerita yang indah diatas sini nanti bersama bidadara itu.

Dan aku pun tahu,walaupun seseorang sangat berarti,sebuah keartian itu dapat memudar kapanpun.Dan kita tidak bisa meyakinkan,seseorang itu pasti selamanya untuk kita,karna sekarang aku tahu setiap pertemuan pasti ada perpisahan,dan kita dipertemukan untuk saling berbagi dan selagi masih ada waktu kita saling mengasihi,tidak ada salahnya kan membuat orang yang kita suka senang?dan aku sudah mencapai semuanya,ya,kesenangan bersamanya

Dan tentang bidadara itu,kania benar.Bidadara itu tetap indah walaupun dilihat dari atas sini



Tidak ada komentar:

Posting Komentar