Sabtu, 14 Desember 2013

Tertulis : kamu

Kemarin hujan datang.Sekarang hujan pergi seperti tidak ingin kembali. Seperti seseorang yang tak pernah ingin kembali, aku pun begitu. Aku ingin menjadi seperti rintikan hujan, hanya berintik sambil melihat orang yang selalu menunggu di jendela kaca. Hujan seperti orang-orang yang datang dan pergi, tapi kamu, hanya sebatas pergi, datang pun tidak. Kadang hanya sebtas pundak yang terlihat, sebatas bayang tapi tak pernah muncul seutuhnya. Berharap,tidak pantas, meminta pun terlalu banyak permintaan.Yang harus dilakukan memang hanya bersyukur, bersyukur akan keadaan yang membuatku lama berfikir akan kehampaan apa yang harus di isi, akan kepergian apa yang harus disyukuri, akan kehilangan apa yang harus diperbuat. Semua jalan seperti terbuka saat ini, jalan yang banyak menghantarkan ku ke jalan yang tidak pernah aku ingin tuju. Sudah cukup lama aku terhenti di jalan ini, jalan yang biasa aku lalui dari awal hingga ke garis akhir dan akhirnya memutar balik dengan seorang diri. Tidak mencari jejak, hanya jika aku rindu, aku ingat kaki yang kamu tapakkan, banyak kenangan di jalan itu, kenangan yang membuat aku selalu bertahan di keadaan yang semua orang tidak ingin di keadaan ini. Kamu memang pantas dipertahankan tapi mungkin bukan aku yang pantas untuk kamu pertahankan. Aku juga ingin mencari seperti kamu,mencari yang lebih baik. Namun kamu lagi yang aku temui, tidak ada ruang untuk orang baru yang datang, hanya dipenuhi oleh kamu.Ini tentang siapa yang pantas, ini tentang seberapa lama harus bertahan, ini tentang sebuah arti, jika tidak berarti aku sudah mengambil bendera putih sejak lama dan bisa saja ku kibarkan di depan mukamu. Tentang bertahan, aku memang tidak tahu apa yang membuat ku bertahan, yang aku tahu, bertahan untuk seseorang yang ingin dimiliki tidak butuh alasan. Bukan dunia yang kejam, bukan tuhan juga yang tidak adil, tapi ini tentang takdir, dimana garis yang kita lewati dan dimana titik kita akan berhenti. Semua hanya butuh pikiran sehat dan hati, semakin berat yang kita lewati semakin dekat kita dengan titik itu. Kita hanya dalam sebuah perjalanan, antara kamu dan aku, kita di garis berbeda, tidak peduli seberapa jauh bujur dan lintangnya, kita harus tetap saling mencari apa yang harusnya kita cari, semua garis hidup kita akan berpenghujung indah di akhir. Aku percaya, kamu percaya. Tapi kamu sudah lebih dulu mencuri garis itu, dan aku? aku masih berdiri di sini, bukan menunggu kamu, tapi aku menunggu seseorang dibelakang yang dapat membawaku bersama ke titik akhir, mungkin kamu yang berputar balik, atau orang yang membawaku itu bukan kamu. Semua ini tentang kamu, semua pilihan ada di kamu. Aku? jika aku memilih, pilihanku itu tidak ada dalam pilihan, karna yang aku pilih itu hanya meminta kamu untuk kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar