Begitu saja kau lewatkan tepat di ujung bayangan kaki orang datang. Begitu saja cara kamu menyampaikan pesan yang tidak pernah terbalaskan. Andai kesdaran akan kehilangan jauh lebih sakit daripada harus merelakan begitu saja. layaknya tahu tapi kau abaikan begitu saja, layaknya ingin tapi kau acuhkan begitu saja, layaknya ditinggalkan tapi kau merelakan begitu saja. Terlalu banyak arti dalam romawi, terlalu banyak yang tidak bisa terganti, terlalu banyak memaknai arti yang tidak ingin di artikan. Sudah lama kau begitu saja pergi beranjak dari titik penghantarmu.Sudah terlalu banyak bayangan yang abu hingga pelipis pun tak dapat melihatnya. Tak terhingga saat ini air mata yang ku simpan di bawah mata. Yang aku lakukan, dahan pun lelah melihatnya, laut merasa terumbu karangnya habis sampai tak ada satupun firasat alam yang mendukung ku dalam mencari arti di dalam sebuah keartian. Kamu hanya menjangka sampai kapan, aku? Aku hanya bisa mempersiapakan
jikalau kamu pergi. Persiapan ku yang kurang bekal, hingga akhirnya aku terjatuh sendiri di laju perantara ini dan terperosok sendiri ke dalam jurang yang mengajarkan ku arti "begitu saja" .Begitu saja kau tinggalkan dan tak pernah datang dan memang hanya begitu sajalah memaknai sebuah arti yang berharga,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar