Selasa, 24 Desember 2013
Pelariannya
Setelah kian lama aku bertahan disini, aku terjatuh untuk kedua kalinya di titik ini. Aku terbelenggu oleh sekian banyak rasa sakit yang harus ku rasakannya sendiri. Entah rasa sakit ini mengajarkan ku untuk kuat atau memberi tahu bahwa saat ini aku harus berhenti dalam penantian. Sekarang aku melamun dalam waktu, ku coba merasakan lebih jauh hari-hari saat aku bersamanya. Memang mungkin tuhan tidak menyukai seseorang yang terlalu jauh jatuh dalam kesenangan, secepat itu tuhan mengambil kesenangan ku. Sekarang aku tidak tahu harus bagaimana, hanya tuhan yang tahu aku harus bagaimana sekarang. Kamu, seseorang yang pernah tuhan kasih yang selalu aku jaga meskipun kamu tidak menjadi milikku lagi. Kamu, seseorang yang dapat membuatku jatuh saat ini dan untuk bangun sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa aku jatuh karna kamu?, bagaimana bisa aku mencabik lukaku karna kamu?, bagaimana bisa kamu meninggalkan ku di titik ini lagi?. Haruskah aku bertahan lagi? haruskah aku tenggelam dalam kesedihan ini lagi? haruskah aku menangisimu lagi?. Ini bukan tentang suatu keharusan, ini tentang pantas atau tidaknya aku untukmu. Jika aku memang pantas, kamu pasti menolong ku untuk berdiri dan berjalan bersama lagi, jika aku pantas, sekarang air mataku ini adalah air mata bahagia, jika aku pantas, sekarang kamu menghubungi.Jadi semuanya terjawab, memang aku tidak pantas untuk apa-apa, bagian kecil tentang aku pun tidak ada di kamu. Aku belajar, bagaimana seseorang pergi dan yang harus ku lakukan hanya berdoa, tidak ada harapan yang harus diharapkan, karna kadang suatu harapan membuat mu terjerumus masuk ke dalam lubang pengkhianatan. Aku belajar bagaimana cara merelakan dan mengikhlaskan seseorang yang sangat dinanti dan harus aku lepaskan walau tangan ini sangat erat untuk menahan, walau raga ini tak kuat untuk menerima kenyataan. Tapi memang ini,kenyataan yang harus dihadapi. Sekarang aku ingin berlari,berlari agar tidak ada kenangan mu yang mengejarku, aku akan terus berlari sampai tidak ada semua tentang kamu, yang menghampiriku lagi. Biarkan aku memelukmu tanpa harus memelukmu, apapun yang membuatku jatuh kamulah juga yang membuatku berdiri lagi, entah kapan, mungkin esok , lusa atau tidak pernah sama sekali. Aku bukan lelah, aku hanya sadar diri, tidak ada yang perlu dipaksakan. Aku mengikuti alurmu, semoga alurmu ini membawaku ke arah yang lebih baik, dan yang dapat menyadariku bahwa semua yang aku tulis ini adalah salah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar